Reschedule artinya “menjadwalkan ulang” atau “mengubah jadwal” — tindakan memindahkan waktu sebuah pertemuan, acara, atau kegiatan yang sudah direncanakan ke waktu yang berbeda. Terdengar sederhana, tapi di balik satu kata ini ada dinamika komunikasi dan relasi yang perlu dipahami supaya tidak salah baca situasi.
Reschedule artinya bukan hanya soal memindahkan waktu di kalender — ada konteks sosial dan profesional yang menyertai keputusan ini. Di dunia kerja, reschedule yang sering terjadi bisa menjadi sinyal tentang prioritas dan profesionalisme seseorang. Dalam hubungan personal, reschedule yang berulang tanpa penjelasan yang jelas bisa terasa seperti sinyal yang lebih dalam dari sekadar bentrok jadwal. Kata ini termasuk dalam kosakata bahasa Inggris yang makin sering dipakai dalam konteks profesional dan percakapan sehari-hari di Indonesia.
Reschedule Artinya Apa Secara Harfiah?
Secara harfiah: re- = kembali/ulang, schedule = jadwal/menjadwalkan.
Jadi reschedule artinya “menjadwalkan ulang” — memindahkan sesuatu yang sudah ada di jadwal ke waktu yang berbeda, baik lebih awal maupun lebih lambat dari rencana semula.
Yang membedakan reschedule dari cancel adalah bahwa reschedule masih mempertahankan niat untuk melakukan sesuatu — hanya waktunya yang berubah. Cancel berarti membatalkan sepenuhnya. Reschedule berarti menunda ke waktu lain.
Reschedule vs Cancel vs Postpone vs Delay
Empat kata yang sering tertukar dalam konteks perubahan jadwal:
| Reschedule | Cancel | Postpone | Delay | |
|---|---|---|---|---|
| Artinya | Jadwalkan ulang ke waktu baru | Batalkan sepenuhnya | Tunda tanpa waktu baru yang pasti | Tertunda karena faktor eksternal |
| Niat melanjutkan | Ya — ada waktu baru | Tidak | Ya tapi belum pasti kapan | Biasanya ya, tapi tergantung situasi |
| Inisiatif | Aktif — ada keputusan baru | Aktif — ada keputusan untuk berhenti | Aktif tapi tidak konkret | Bisa aktif atau pasif |
| Contoh | “Can we reschedule to Friday?” | “The event has been cancelled” | “The project is postponed” | “The flight is delayed” |
Singkatnya: reschedule paling konkret karena ada waktu baru yang ditetapkan. Postpone lebih mengambang — ada niat untuk melanjutkan tapi belum ada waktu yang pasti. Cancel paling final. Delay lebih sering terjadi karena faktor eksternal yang tidak direncanakan.
3 Konteks Reschedule yang Paling Sering Muncul
Reschedule dalam Konteks Profesional
Ini konteks yang paling umum dan paling banyak melibatkan pertimbangan etika komunikasi. Rapat yang perlu dipindah, wawancara kerja yang harus digeser, atau deadline yang perlu dinegosiasikan ulang — semua adalah situasi reschedule dalam dunia kerja.
Beberapa hal yang menentukan apakah reschedule terasa profesional atau tidak:
Pemberitahuan yang tepat waktu — semakin dekat ke waktu yang dijadwalkan, semakin penting untuk memberi tahu sesegera mungkin. Reschedule yang diberitahukan mendadak, terutama untuk pertemuan yang sudah lama direncanakan, bisa terasa tidak menghargai waktu pihak lain.
Alasan yang jelas — tidak perlu panjang lebar, tapi ada penjelasan singkat yang wajar.
Langsung menawarkan waktu alternatif — ini yang membedakan reschedule yang profesional dari yang membiarkan pihak lain menunggu tanpa kepastian.
Reschedule dalam Konteks Personal dan Hubungan
Di sini reschedule punya dimensi yang lebih emosional. Seseorang yang sering reschedule janji dengan teman atau pasangan — terutama tanpa penjelasan yang jelas — bisa mengirim sinyal yang tidak disengaja: bahwa pertemuan tersebut bukan prioritas. Ini berbeda dari reschedule yang terjadi karena alasan yang genuinely tidak bisa dihindari.
Pola reschedule yang berulang dalam hubungan personal sering menjadi sumber ketegangan yang tidak dibicarakan — satu pihak merasa waktunya tidak dihargai, pihak lain merasa kondisinya tidak dipahami. Komunikasi yang jelas dan empati di kedua sisi adalah kunci untuk menjaga reschedule tetap menjadi solusi praktis, bukan sumber konflik.
Reschedule dalam Konteks Acara dan Layanan
Konser yang dipindah tanggal, penerbangan yang dijadwalkan ulang, atau janji dengan dokter yang perlu digeser — ini reschedule dalam konteks layanan dan acara. Di sini nuansanya lebih netral karena bukan keputusan personal yang mempengaruhi dinamika hubungan, tapi lebih soal logistik dan manajemen ekspektasi.
Cara Reschedule yang Baik dalam Bahasa Inggris
Beberapa contoh kalimat yang natural dan profesional:
- “I’m sorry, but I need to reschedule our meeting. Would Friday at 3 PM work for you?” → Maaf, saya perlu menjadwalkan ulang rapat kita. Apakah Jumat pukul 3 sore bisa untuk kamu?
- “Something urgent came up — can we reschedule to next week?” → Ada hal mendesak — bisakah kita reschedule ke minggu depan?
- “I’d like to reschedule my appointment if possible” → Saya ingin menjadwalkan ulang janji saya jika memungkinkan
- “Due to unforeseen circumstances, the event has been rescheduled to…” → Karena keadaan yang tidak terduga, acara telah dijadwalkan ulang ke…
- “Can we push this to Thursday instead?” → Bisakah kita geser ini ke Kamis saja?
Etika Reschedule yang Sering Dilupakan
Beberapa hal yang membuat reschedule terasa baik atau buruk bukan dari keputusannya sendiri, tapi dari cara melakukannya:
Jangan tunggu sampai mepet — semakin awal memberi tahu, semakin pihak lain bisa menyesuaikan jadwalnya. Reschedule H-1 atau bahkan H-0 untuk pertemuan yang sudah lama direncanakan hampir selalu terasa tidak menghargai.
Tawarkan waktu alternatif segera — reschedule yang baik tidak membiarkan pihak lain menunggu tanpa kepastian. Sertakan langsung satu atau dua opsi waktu baru dalam pesan yang sama.
Jangan terlalu sering — satu atau dua reschedule karena alasan yang jelas masih bisa dipahami. Pola reschedule yang berulang, terutama dengan alasan yang sama, mulai mengirim sinyal yang tidak baik tentang komitmen dan profesionalisme.
Akui dampaknya — sesederhana “I’m sorry for the inconvenience” atau “I know this is short notice” menunjukkan bahwa kamu menyadari reschedule berdampak pada pihak lain, dan itu penting untuk menjaga hubungan tetap baik.
FAQ Seputar Reschedule
Reschedule artinya apa dalam bahasa Indonesia?
Reschedule artinya “menjadwalkan ulang” atau “mengubah jadwal” — memindahkan sebuah pertemuan, acara, atau kegiatan dari waktu yang sudah direncanakan ke waktu yang berbeda, dengan niat untuk tetap melakukannya.
Apa bedanya reschedule dan cancel?
Reschedule berarti memindahkan ke waktu lain — ada waktu baru yang ditetapkan dan niat untuk tetap melakukan sesuatu. Cancel berarti membatalkan sepenuhnya — tidak ada kelanjutan yang direncanakan. Keduanya berbeda secara fundamental dari sisi niat dan dampaknya.
Bagaimana cara reschedule yang sopan dalam bahasa Inggris?
Cara paling sopan: beri tahu sesegera mungkin, sertakan alasan singkat yang wajar, dan langsung tawarkan waktu alternatif dalam pesan yang sama. Mengakui dampaknya dengan singkat (“I’m sorry for the inconvenience”) juga membantu menjaga nada yang profesional dan empatik.
Apakah sering reschedule mempengaruhi profesionalisme?
Ya, terutama dalam konteks kerja. Pola reschedule yang berulang — apalagi mendadak dan tanpa alasan yang jelas — bisa dipersepsikan sebagai kurangnya komitmen, manajemen waktu yang buruk, atau tidak menghargai waktu orang lain. Satu atau dua kali dengan alasan yang valid biasanya masih bisa dipahami.
Apa yang harus dilakukan kalau seseorang sering reschedule janji denganmu?
Komunikasikan secara langsung dan tanpa menyerang — “Aku perhatikan kita sudah beberapa kali reschedule, ada yang perlu kita atur ulang?” membuka percakapan tanpa langsung menuduh. Ini memberi kesempatan kepada pihak lain untuk menjelaskan situasinya, dan memberi keduanya kesempatan untuk menemukan solusi yang lebih baik.

